Kembali
Tips & Berita Usaha Terkini

Ancaman Siber Mengintai! Begini Cara Lindungi Bisnismu

Oleh Ridho
Share
Copy
asdasd
Ancaman Siber Mengintai! Begini Cara Lindungi Bisnismu

Bisnis modern di era sekarang hampir semua sudah mengandalkan teknologi digital. Itu karena digitalisasi memang sangat membantu bisnis, membuatnya operasional usaha menjadi lebih praktis. Akan tetapi, bisnis digital juga punya risiko keamanan siber yang cukup tinggi.

Dimana ancaman siber tersebut dapat menimbulkan berbagai efek negatif bagi bisnis. Mulai dari merusak reputasi perusahaan jika data konsumen terekspos, hingga merugikan bisnis secara finansial. Oleh karena itu, yuk pahami cara mengelola risiko keamanan siber untuk bisnis modern berikut ini.


Manajemen Risiko Keamanan Siber


1. Identifikasi Risiko Keamanan Siber


Untuk menciptakan strategi keamanan yang baik dalam bisnis, maka Anda perlu mengidentifikasi risiko keamanannya terlebih dahulu. Buatlah daftar yang melibatkan risiko inventarisasi aset, kerentanan dalam sistem dan jaringan, serta ancaman potensial yang mampu memengaruhi aset perusahaan.

2. Buat Kebijakan Keamanan Siber


Setiap bisnis pastinya punya berbagai data terkait operasionalnya. Dan data-data ini merupakan hal yang sensitif sehingga keamanannya harus dijaga. Oleh karena itu, Anda perlu membuat kebijakan keamanan siber untuk melindungi data-data sensitif tersebut.Kebijakan keamanan siber berisikan langkah-langkah yang harus dilakukan perusahaan untuk melindungi data dari berbagai ancaman siber.

Kebijakan ini mencakup keamanan TI, keamanan email, cara mecadangkan dan mengelola data, tindakan yang diambil untuk mengurangi ancaman, dan penggunaan perangkat pribadi untuk bekerja.

3. Pelatihan Keamanan Siber untuk Karyawan


Setelah membuat kebijakan keamanan siber, perusahaan perlu melakukan pelatihan untuk karyawan supaya kebijakan tersebut bisa diterapkan dengan baik dalam bisnis. Karyawan yang terlatih akan sangat membantu dalam melindungi bisnis dari ancaman serangan siber yang ada, sehingga data-data perusahaan tidak sampai bocor.

Adapun pelatihan yang dapat diberikan kepada karyawan di antaranya pemakaian kata sandi akun yang kuat, cara mengenali ancaman phising dan sejenisnya, hingga prosedur untuk bekerja dari jarak jauh. Jika perlu, berikan simulasi dalam pelatihan supaya karyawan dapat menghadapi dengan baik apabila hal serupa benar-benar terjadi.

4. Gunakan Software Manajemen Data yang Aman


Karena menggunakan sistem digital, pastikan bahwa software yang dipakai oleh bisnis memiliki manajemen data yang aman supaya terhindar dari risiko kejahatan siber. Dimana software harus memiliki pembatasan akses dan antivirus serta malware, jadi data-data yang disimpan pada sistem akan aman.

Dan lebih bagus lagi apabila sistem punya otentikasi multi faktor atau MFA yang dapat menambahkan lapisan keamanan. Penerapan MFA membuat bisnis terhindar dari akses tidak sah terhadap data-data penting.

5. Perbarui Software Secara Berkala


Tidak hanya memastikan bahwa software yang digunakan punya manajemen data yang aman, Anda juga perlu memperbaruinya secara berkala. Karena pembaruan yang dilakukan akan membantu dalam menutup celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh peretas. Selain itu, perangkat lunak yang rutin diupdate bisa meningkatkan kinerjanya.

6. Buat Cadangan Data


Meski sudah melakukan berbagai cara dalam menerapkan kebijakan keamanan siber, tidak bisa dipungkiri bahwa risiko kejahatan siber tetap ada. Oleh karena itu, bisnis tetap perlu mengantisipasi kehilangan data dengan melakukan pencadangan.

Jadi pastikan untuk membuat cadangan data secara teratur demi melindungi data-data penting. Ini tidak hanya akan membantu saat terjadi serangan siber saja, tapi juga berguna dalam berbagai kondisi misalnya ketika terjadi bencana alam. Apabila perangkat rusak, data yang sudah dicadangkan dengan sistem berbasis cloud tidak akan hilang dan bisa dipulihkan.

Demikian cara mengelola risiko keamanan siber untuk bisnis yang bisa dilakukan. Hal ini sangat penting diterapkan bagi bisnis modern yang sudah melakukan digitalisasi. Jadi Anda bisa menikmati kepraktisan bisnis dengan nyaman tanpa perlu khawatir akan risiko kejahatan siber.


Baca artikel lainnya: