Kembali
Tips & Berita Usaha Terkini

Catat! 5 Tren Marketing 2026 untuk Tingkatkan Bisnismu

Oleh Edelin
Share
Copy
asdasd
Catat! 5 Tren Marketing 2026 untuk Tingkatkan Bisnismu

Tahun baru selalu dijadikan titik awal bagi banyak orang, tidak terkecuali pemilik usaha. Menjadi simbol harapan, awal tahun baru juga dijadikan kesempatan untuk mencoba strategi baru. Namun, strategi baru tidak akan terlaksana dengan baik dan efektif jika kita tidak mengetahui tren pasar terkini.

Mengutip Global Economic Outlook Q1 2026 dari S&P Global, pertumbuhan ekonomi di pasar negara berkembang diperkirakan lebih kuat dibandingkan lebih kuat dibandingkan tahun 2025. Pasar Artificial Intelligence (AI) dan teknologi diperkirakan akan terus berkinerja lebih baik pada 2026, yang sebagian besar menguntungkan negara berkembang di Asia.

Jika tren marketing 2025 adalah pengenalan AI (Artificial Intelligence) dan pertumbuhannya di berbagai sektor bidang, maka tren marketing 2026 adalah tentang bagaimana membangun ekosistem digital yang matang, efisien, dan siap bersaing dengan memanfaatkan AI secara maksimal.

Penting untuk pemilik usaha memperhatikan prediksi tren marketing, karena keterkaitannya dengan target pasar mereka. Dengan mengetahui tren di tahun yang akan mendatang, pemilik bisnis khususnya UMKM bisa mendapatkan inspirasi serta landasan strategi bisnis baru. Simak 5 tren marketing 2026 yang bantu pemilik usaha merancang strategi lebih efektif!

1) Pemanfaatan AI dalam Konten Video Promosi (Iklan)


Teknologi AI kini mampu menghasilkan video iklan yang terlihat profesional dan realistis. Hal ini membuka peluang bagi UMKM untuk membuat materi promosi berkualitas tingga tanpa harus mengeluarkan biaya produksi besar. Tidak hanya memproses konten video, tapi semua orang bisa meminta AI untuk membuat draft konten, melakukan personalisasi pesan secara massal, hingga menganalisa pola konsumen sehingga konten yang dihasilkan lebih relevan dan efektif.

2) Konten Otentik Semakin Diminati dan Dicari


Meskipun penggunaan AI memudahkan pekerjaan hampir semua orang, bahkan dalam proses produksi konten, namun faktanya konsumen malah mencari konten yang lebih natural dan jujur apa adanya. Konten seperti behind the scenes, video spontan, dan apa adanya lebih diminati ketimbang konten yang terlalu "sempurna". Tentunya ini jadi keuntungan bagi UMKM, karena tanpa peralatan mahal, UMKM bisa membuat konten yang mampu bercerita dan memberi kesan nyata, seperti cerita pemilik usaha merintis bisnis, proses produksi yang sederhana, atau cerita menarik lainnya yang bisa dikemas hanya dengan alat sederhana seperti smartphone.

3) Meningkatnya Tren Kerja Remote dan Hybrid


Sejak pandemi COVID-19, dunia kerja mengalami transformasi signifikan. Pola kerja remote dan hybrid tidak lagi bersifat sementara, melainkan berkembang menjadi kebutuhan jangka panjang hingga 2025-2026. Untuk menjawab tantangan ini, perusahaan perlu mengandalkan solusi kolaborasi digital yang mampu menjaga efektivitas kerja tim. Tak kalah penting, lingkungan kerja yang fleksibel dan pedul pada kesejahteraan mental menjadi faktor utama dalam mempertahankan sumber daya manusia terbaik. Tentunya ini jadi kesempatan bagi pemilik usaha. Contohnya untuk pemilik usaha bidang makanan atau F&B, mereka bisa membuat promosi WFC (Work From Cafe) untuk menarik minat pekerja.

4) Video Vertikal Interaktif (VVI) Jadi Raja Baru Konten


Tren digital marketing di 2026 membawa video vertikal ke level: Interaksi Mendalam. VVI bukan cuma video yang bisa ditonton, tapi video yang bisa dimainkan (ada mini-game, quizzes, voting di tengah, atau interaksi lainnya). Konten interaktif memaksa audiens untuk terlibat, bukan pasif menonton. Ini adalah pilar baru dalam strategi digital marketing berbasis video.

5) Memasuki Era Social Commerce 2.0


Media sosial kini tidak lagi sekedar sarana promosi, melainkan kanal transaksi yang cepat dan terintegrasi. Konsumen mengharapkan proses pembelian dapat dilakukan langsung di dalam aplikasi tanpa perlu berpindah platform. Tren seperti live shopping dan paid promote pun semakin efektif karena didukung fitur checkout instan.

Dengan kita memasuki tahun 2026, keberhasilan strategi marketing tidak lagi ditentukan oleh seberapa besar anggaran, melainkan seberapa cermat pelaku usaha membaca tren dan menyiapkan ekosistem digital yang tepat. Pemanfaatan AI, konten otentik, pola kerja yang fleksibel, video interaktif, hingga social commerce 2.0 menunjukkan bahwa bisnis perlu bergerak lebih adaptif, terintegrasi, dan berbasis data agar tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen.

Agar setiap strategi dapat berjalan lebih rapi dan terukur, pemilik usaha juga perlu didukung sistem operasional yang andal, seperti aplikasi kasir Olsera yang membantu mengelola penjualan, stok, laporan, hingga integrasi penjualan online dalam satu platform. Yuk, coba Olsera dan konsultasi gratis! Rasakan kemudahan mengelola bisnis dengan lebih efisien di tahun 2026.

Baca artikel lainnya: